Blog Khusus Cak Rian

Menyampaikan kebenaran dan kedamaian

SEJARAH DAKWAH PERIODE MAKKAH

Tinggalkan komentar


Bab I

Latar Belakang

1. Dalam rangka meningkatkan ghirah dakwah sebagai muslim sekaligus sebagai da’i di muka bumi ini sudah selayaknyalah kita mengkaji napak tilas sejarah dakwah Rasulullah SAW. Karena dari sejarah Rasulullah itulahakan banyak hal yang akan kita petik sebagai pelajaran baik metode maupun hal-hal yang harus kita lakukan dan hal-hal yang tidak boleh kita lakukan.

Sudah selayaknyalah kita pahami sejarah Rasulullah ini karena sudah banyak orang yang mengkaji , baik dari kalangan orang muslim seniri maupun dari kalangan non-muslim atau yang kita sebut para orientalis.

2. Sejarah dakwah Rasulullah di Makkah ini sangat menarik untukkita bahas karena di sinilah gendering yang pertama kali ditabuh oleh perintah Allah dan Rasul-Nya dan para sahabatnya dalam rangka menegakkan panji islam dan menanamkan aqiadah yang haq dan yang sesuai dengan Al-Qur’an yang difirmankan oleh Allah SWT yang telah lama tidak tampak setelah wafatnya nabi Ibrahim.

Dan di masa ini, ada beberapa tahapan yang sangat penting sebagai pelajaran yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi, dakwah secara terang-terangan dan dakwah di luar Makkah serta penyebarannya yang dimulai dari tahun kesepuluh dari nubuwah hingga hijrah ke Madinah

Bab II

Pembahasan

A. Muhammad SAW dan Tujuan Pengutusannya

Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang diutus oleh Allah SWT.[1] Beliau berasal dari nasab yang mulia dari ketunan nabi Ismail bin Ibrahim.

Mengingat tugas nabi Muhammad yang berat, yaitu memperbaiki wajah dunia yang telah coreng-moreng dengan kejahiliaan, maka Allah mengutus Muhammad sebagai manusia yang paling layak untuk menerima amanah ini dan mempersiapkannya dengan berbagai bekal tanpa disadari oleh Muhammad kecil. Diantara persiapan-persiapan ke arah kenabian itu adalah :

1. tempat tinggal Muhammad kecil. Beliau tinggal di sebuah tempat yang kondusif.

2. Penyucian hati Nabi tahap satu di desa Halimah, perkampungan bani Sa’ad.

3. Hidup dalam keprihatinan.

4. Latihan kesabaran dengan menggembala kambing.[2]

5. Berperan aktif dalam kegiatan di masyarakat sejak kecil.

6. Menimba pengalaman internasional, ikut armada dagang suku Quraisy.[3]

7. Tidak pernah cacat di masyarakatnya.

B. Kondisi Objektif Masyarakat Arab saat Nabi Diutus.

1. Kondisi Ekonomi

Arab ketika itu hampir tenggelam dalam kepercayaan jahiliah. Sisa-sisa penganut agama Ibrahim sangt langka dan tidak terdengar lagi suaranya. Virus kepercayaan jahiliah begitu sangat dahsyat sehingga merambah hampir semua lapisan masyarakat.

2. Kondisi politik dan hukum

Kondisi politik dan hukum  manusia terbagi menjadi dua kelas tuan dan budak. Rakyat selalu menjadi mangsa pemimpin bak alat pencari kekayaan. Mereka tak ubahnya mesin yang siap memproduksi kekayaan buat pemimpinnya, sedangkan mereka sendiri tidak mendapatkan apa-apa.

3. Kondisi sosio-kultural

Pada saat itu ada beberapa yang dapat dicermati, jika dilihat dari sudut sosio-kultural diantaranya hubungan antara laki-laki dan perempuan sudah rusak, perlakuan terhadap budak semena-mena, budaya miras mengakar dan kondisi negeri Arab secara umum kacau.

4. Kondisi ekonomi

Pada saat itu pertanian terdapat di pinggiran jazirah Arab, seperti Yaman, Syam dan sebagian daerah oase yang trsebar di jazirah. Mayoritas masyarakat badui hidup dari menggembala kambing dan unta. Kehidupan mereka berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Sedangkan perdagangan adalah pendapapatan primadona masyarakat Makkah dan Quraisy. Perdagangan ini tidak aman karena banyaknya penyamun yang selalu mengintai ekspedisi dagang.

B. Materi Dakwah Rasulullah

Dalam Al-Qur’an Allah menegaskan bahwa Muhammad SAW diutus untuk menebar rahmat buat seluruh alam.[4]

Al-Mubarakfury menyimpulkan bahwa materi dakwah dii Makkah adalah sebagai berikut:

- Tauhid

- Iman kepada hari kiamat

- Pembersih jiwa dengan menjauhi segala kemungkaran dan kekejian yang  menimbulkan akibat buruk, dan dengan melakukan hal-hal baik dan utama.

- Penyerahan segala urusan kepada Allah

- Semua itu setelah beriman kepada rislah Muhammad.[5]

C. Metode Dakwah di Makkah

Metode dakwah adalah ilmu tentang cara menyampaikan dakwah dan cara menghilangkan halangan-halangan yang merintangi sampainya tujuan dakwah.[6]

Beliau mengambil langkah-langkah bertahap dalam pencapaia dakwah. Tahapa-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tahapan dakwah secara rahasia selama tiga tahun

Orang-orang yang yang masuk islam pada masa ini adalahorang-orang terdekat dengan Rasulullah SAW dan orang-orang yang dianggap mampu memegang rahasia. Orang yang pertama masuk islam adalah Khadijah, istrinya. Istrinyalah yang paling tahu tentang Muhammad. Kalau Muhammad hanya main-main, mungkin istrinya ragu-ragu menerima ajarannya. Karena orang yang jiwnya kerdil mungkin saja kelihatan beribawa di hadapan orang lain, tetapi jika kembali ke rumahnya dia akan menampakkan karakter aslinya.[7] Selanjutnya masuk islam pula Zaid binHaritsah, Ali bin Abi Thalib dan teman dekat Rasulullah, Abu Bakar as-Shiddiq.

Abu Bakar aktif berdakwah memanfaatkan posisinya sebagai seorang pedagang, pakar tentang nasab, dan orang yang supel yang sering dikunjungi oleh masyarakatnya.[8] Orang- orang yang masuk islam atas ajakan beliau adlah: Utsman binAffan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abdul Waqqash dan Thalhah bin Ubaidillah. Delapan orang ini yang merupakan pelopor Islam generasi pertama, mereka melakukan shalat dan selalu membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.[9]

Diantara pendahulu kaum muslimin adalah Bilal bin Rabah, Abu Ubaidah Al-Jarrah, Salamah binAbdil Asad Al-Makhzumi, Al-Arqam bin Al-Arqam, Utsman bin Ma’dzun dan dua saudaranya, Quadamah dan Abdullah, Ubaid bin Harits al-Muthallib, Sa’is bin Zaid al-Adawi dan istrinya, yaitu Fatimsh binti Khattab al-Adawiyyah (saudara Umar bin Khattab),Khabbab bin Art, Abdullah bin Mas’ud al-Hudzali, dan lain-lain. Mereka semuanya dari anak keturunan Quraisy. Ibnu Hisyam mengatakan jumlah mereka kurang dari empat puluh orang.[10]

Mereka masuk islam secara rahasia dan Rasulullah membimbing mereka pun dengan rahasia pula. Ayat-ayat yang turun saat itu adalah ayat-ayat pendek yang memiliki perhatian indah , penyampaian yang tenang dan sejalan dengan kondisi saat itu yang sensitif. Isinya adalah tentang pembersihan jiwa, celaan terhadap jiwa-jiwa yang dikotori oleh noda-noda dunia, penggambaran terhadap surga dan nerka yang seolah –olah di hadapan mereka dan membawa orangh-orang mu’min berada dalam kondisi lain, di luar kondisi masyarakat saat itu.[11]

2. Tahapan Dakwah secara Terang-Terangan terhadap Penduduk Makkah, Mulai Tahun Keempat Kenabian Sampai Akhir Tahun Akhir Tahun Kesepuluh Kenabian.

Dakwah terang-teranganterhadap penduduk makkah dimulai sejak turunya ayat  214 surat asy-Syu’ara’: ” dan berilah peringatan kerada kaum kerabatmu yang terdekat.”

Adapun metode yang dilakukan Nabi pada tahapan ini adalah sebagai berikut:

- Mengundang bani hasim ke rumahnya , dilakukan selama dua kali untuk menjelaskan bahwa beliau diutus oleh Allah.

- Undangaqn terbuka kepada seluruh masyarakat Quraisy di Bukit Shofa. Disinilah beliau ingin melihat bagaimana pandangan masyarakat Quraisy terhadap kepribadian beliau. Masyarakat Quraisy sepakat bahwa beliau adalah orang yang tidak berdusta . setelah ini beliau mengumumkan kenabiannya.[12]

- Mengatakan sikap tegas hakekat ajaran yang dibawa dan mengecam keyakinan keliruyang tersebar di masyarakat. Hal ini dilakukan setelah turun surat al-hijr:94.

- Melakukan pembinaan secara intensif di rumah Arqom bin Abil Arqom.[13]

- Menyuruh sebagian kaum muslaimin melakukan hijrahke Habasyah dengan tujuan untuk menyelamatkan sebagian iman kaum muslimin dari fitnah (tahun kelima kenabian ).[14]

3.  Tahapan dakwah di luar mekkah, berlangsung dari akhir tahun kesepuluh kenabian sampai hijrah keMadinah.

Dalam tahapan ini Rasulullah melakukan beberapa langkah dalam menjalankan aktifitas dakwahnya , diantaranya:

- Melakukan perjalanan ke Thoif,[15] Beliau ditemani Zaid bin Haritsah. Setiap melewati suatu kabilah, beliau selalu menyeru kepada islam, meskipun tak ada satupun orang yang merespon.

- Menawarkan islam kepada kabilah-kabilah dan pribadi-pribadi.[16] Kabilah yang didatangi adalah bani kilab, bani hanifah dan Amir bin sa’ah. Bani kilab dan bani Hanifah menolak dengan kasar, sedangkan Amir bin Sa’ah menolak dengan halus. Di antara pribadi yang menerima tawaran islam Rasulullah adalah Suwaid bin Shamir, seorang penyair dari Yatsrib, Iyas bin Mu’adz, Abu Dzar al-Ghifari, keduanya berasal dari Yatsrib. Masuk islam juga Thufail bin Amr ad-Dausi, pimpinan kabilah Daus.

- Diantara hasil dakwah Rasulullah tersebut adalah masuk islamnya enam orang penduduk Yatsrib. Setelah pulang ke Madinah, mereka mendakwahkan islam kepada kaumnya, sehingga diantara rumah-rumah kaum Anshar tidak ada satu rumah pun yang tidak menyebutkan Rasulullah.[17]

- Bai’at Aqabah I(tahun kedua belas kenabian), jumlah peserta bai’at sebanyak 12 orang

- Bai’at Aqabah II (tahun ketigabelas kenabian), jumlahnya 70 orang laki-laki dan 2 orang wanita.[18]

- Hijrah ke Madinah.

Bab III

Kesimpulan

1. perhatian dakwah terfokus pada upaya untuk menyampaikan dakwah dan menyebarkannya secara sirriyah ( sembunyi) maupun jahriyah, dimulai dari orang yang paling dekat, dalam rangka menyelamatkan manusia dari kesesatan menuju ptunjuk dan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju alam yang terang benderang.

2. Memperhatikan aspek tarbiyah (pengkaderan terpadu) bagi orang yang menerima dakwah dengan berupaya untuk menyucikan heti orang yang dididik dan menumbuhkan mereka selalu dalam suasana hidayah. Tujuan pengkaderan terpadu adalah dalam rangka menciptakan basis kader islam yang kokoh untuk berdirinya sistem Islam. Urutan tabiyah mereka adalah:

- Mengajarkan agama bagi mereka.

- Menerapkan Islam secara langsung dalam kehidupan keseharian.

- Menanamkan semangat ukhuwah di antara sesama mereka.

- Saling menasehati dalam menegakkan al haq (kebenaran) dan saling menasehati agar tetap dalam kesabaran.

3. Berusaha untuk tidak terjadi kontak fisik dengan musuh dan mencukupkan diri dengan melakukan jihad dakwah meskipun gangguan dari pihak musuh cukup menyakitkan hati pihak muslimin.

4. Selalu aktif melakukan manuver dalam dakwah dan tidak terpaku hanya di tempat mulai tumbuhnya. Rasulullah SAW berangkat ke Thaif dan kemudian hijrah ke Madinah ketika Makkah tidak memungkinkan lagi untuk menjadi tempat pertumbuhan dakwah.

5. Melakukan kegiatan dan menentukan strategi yang berkesinambungan untuk dakwah ke depan. Rasulullah mengirim para duta ke Madianh, mengambil bai’at (jainji setia) dari beberapa orang sahabat di Aqabah, merancang hijrahdan melaksankannya dengan kecermatan yang tinggi. Membuat program dan menentukan strategi adalah bagian dari upaya dan usaha dan selaku orang beriman di atas segalanya adalah menyerahkan keputusan akhirnya kepada Allah.


[1] Lihat QS. Al-Ahzab: 40

[2] Imam Bukhori, Sahih Bukhori, Kitab Al-Ijarah, Bab Ra’yil Ghanam, hadis nomor 413

[3] Dr. Dhiya’ Akram  al ‘Umari , Sirah nabawiyah Salihah, jilid 1 hlm. 114-117.

[4] Lihat surat al-Anbiya’ :107.

[5] Syekh Shafiyur-Rahman al-Mubarakfury, Ar-Rahiqul Makhtum,hlm83.

[6] Sa’id bin Ali Wahj al-Qahthani, Op. Cit., 125.

[7] Jum’ah Khuli,Tarikh dakwah,, 1/24

[8] Ibnu Hisyam, Sirah Ibnu Hisyam: 1/250

[9] Ibid, 1/252

[10] Ibid, 1/262

[11] Syekh Shafiyur-Rahman al-Mubarakfury, Ar-Rahiqul Makhtum,hlm 88

[12] Imam bukhori, Op.cit., Kitab Tafsir hadits no. 4971 dan 4972.

[13] Muh. Bin Adil Wahhab, Muktasar Sirotir Rasul, hlm.61.

[14] Syeh Shafiyyu Rahman  al-Mubarokfury:Op.Cit., hal. 115.

[15] Terjadi pada bulan Syawaltahun kesepuluh kenabian.

[16] Terjadi pada bulan Dzulqo’dah tahun kesepuluh kenabian.

[17] Ibnu Hisyam, Sirah Ibnu Hisyam: 428,429,430.

[18] Ibnu Hisyam, Sirah Ibnu Hisyam : 440, 441

About these ads

Author: fitrianimaduddin

Aku adalah petualang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.