Blog Khusus Cak Rian

Menyampaikan kebenaran dan kedamaian

Berpetualang di Guluk-Guluk

Tinggalkan komentar


Guluk-guluk adalah desa yang indah di kota Sumenep yang berada di pulau Madura. Aku bersama Lukmanul Hakim, teman sekelasku di Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al-Hakim disana.

Alam Guluk-guluk masih sangat alami dan pemandangannya indah. Ketika kami pergi menuju ke sana, kami melewati sungai yang mengalir deras. dan airnya masih alami. Ketika berjalan menuju rumahnya Lukman aku terkesima dengan pemandangan persawahan yang sangat luas. Maklum, di Surabaya tidak ada sawah. Yang ada hanya bangunan berbeton. Para petani keluar dari rumahnya untuk membajak sawahnya.

Lukman mempunyai sawah namun tidak luas dan lokasinya terpisah. Pada saat itu, sekitar bulan september, Ayah Lukman menanam tembakau. Mereka hanya mempunyai sawah dua petak. Tiap setelah subuh mereka menyiramnya. Mereka adalah orang yang penuh kedisiplinan. Tidak seperti kebanyakan orang kota yang malas bekerja.

Satu yang membuatku kagum lagi pada desa ini adalah pada kamar mandinya yang sudah berkeramik. Itu menandakan bahw desa ini sudah maju.

Para Remaja yang Berpendidikan tinggi

Rata-rata remaja di desa itu banyak yang meneruskan pendidikannya hingga kuliah. Hal ini merupakan suatu anugrah yang luar biasa pada desa itu. Hal ini juaga merupakan sesuatu yag langka pada kebanyakan desa di Indonesia. Kebanyakan remaja di beberapa desa di Indonesia hanya tamatan SD.

Kata Lukman : “Remala-remaja di desa ini meneruskan kuliah berkat Pak Munasib. Bisa dibilang dialah pelopornya. Setelah lulus S-2, dia mengajak pemuda-pemudi dusun Lekong untuk sekolah di luar Entah di Pasuruan, Kota Sumenep, Pamekasan dan kota lainnya.

Bertani

Mata pencaharian mayoritas desa Bragung adalah bertani. Pada masa musim penghujan, para petaninya menanam padi atau jagung. Jika pada musim kemarau, para petaninya menanam tembakau, cabe atau kacang.

Tanpa Diasadari

Pada dasarnya, tanpa disadari aku banyak belajar dari lukman dan lingkungannya tentang banyak hal. Ynga paling utama yaitu soal ketekunan orang-orang desa dalam bertani. Juga dalam hal kebaikan orang-orang desa yang masih murni. Tidak seperti masyarakat kota yang sudah terlanjur materialistis. Aku banyak belajar tentang alat-alat pertanian, alat pemotong tembakau dan tentunya sambil belajar bahsa madura. Begitu juga sebaliknya, Lukman belajar banyak dariku.

Mengajar Ngaji

Aku disana juga mengajari anak-anak mengaji al-Quran. Tiap ba’da maghrib. Mereka maju satu per satu. Dan aku menjadi ustadz sementara.

Keren deh pokoknya liburanq di Zongenhep (nama asal Sumenep)

Penulis: fitrianimaduddin

Aku adalah petualang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s