Blog Khusus Cak Rian

Menyampaikan kebenaran dan kedamaian

pengalaman menegangkan di Kampus Dua STAIL Panceng

1 Komentar


SATU KISAH MENEGANGKAN DI KAMPUS DUA PANCENG

Ada banyak pengalaman selama menjalani pembelajaran 300 hari di Kampus Dua STAIL Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Namun ada satu pengalaman yang menarik dan hal itu masih membekas dalam ingatanku.

Pagi itu pertengahan Januari 2008, saya bersama para pencari ilmu yang lain menuruni tanah miring dan terjal yang terletak dibawah Kampus Dua STAIL. Jalannya berkelak-kelok. Di sekeliling kami berdiri ratusan pohon jati setinggi delapan meteran dengan gagahnya. Jalannya yang becek membuat kami melepas sandal dan membuat kaki kami kotor oleh lumpur.. maklum, waktu itu memang saat musim penghujan.

Sepanjang perjalanan, kami mengobrol dengan menggunakan bahasa arab yang dicampur dengan bahasa inggris.

“maadza ta’rifu ‘anil fiil?”

“badanuhu kabiir, udzunuhu waasi’ wa anfuhu thowiil.”

“Anta shohih ya akhii. Walakin kam jumlatu sinnihi?”

“ ya…. I don’t understand, pren.”

Tanpa terasa, perjalanan sejauh dua setengah kilometer itupun terlampaui. Danau yang sering kami jadikan tempat mandi itupun telah tampak di depan mata. Sebenarnya danau itu juga dibuat untuk memendikan sapi oleh warga sekitar. Tapi itulah takdir kami sebagai calon kader, leader dan professional di ormas Hidayatullah.

Kami segera managgalkan pakaian kami hingga hanya tersisa celana pendek saja yang menempel di badan kami. Para pencari ilmu itupun segera berenang. Sementara saya masih mencari bonggol (batang) pisang karena saya belum bisa berenang.

Saya pun berenang menyusul yang lani dengan bantuan bonggol pisang yang telah saya temukan. Saya berenang berputar-putar mengelilingi danau itu. Saya sangat menikmati suasana pada waktu itu.

Di tengah-tengah keasyikanku berenang, teman-temanku yang berada di tepian menantangku untuk melepas bonggol pisang yang kupegangi untuk berenang menuju tepian.

Pertama-tama saya menolak tantangan mereka karena saya bekum bisa berenang. Tapi mereka terus membujukku. Akhirnya dengan pertimbangan ingin mencoba dan pertimbangan harga diri, saya menerima tantangan mereka.

Sebenarnya saya sukses berenang pada lima meter pertama karena saya sering berlatih menguatkan kaki dengan bantuan bonggol pisang.

Namun setelah sampai pada meter keenam, dari penglihatan teman-temanku tak tampak lagi di permukaan air. Hal inilah yang membuat taeman-teman saya cemas. Sesegera mungkin Sufyan dan Sulton yang sudah ahli berenang menolongku dengan mendorongku hingga tepi yang kurang dua meter itu. Akhirnya saya berhasil ditolong hingga ke tepi danau.

Alahmdulillah, saya berhasil selamat pada waktu itu. Saya terhindar dari kemungkinan terburukpada waktu itu. Hingga sekarang maupun hingga masa mendatang pengalaman itu mungkin akan selalu tertancap dalam ingatanku….

Penulis: fitrianimaduddin

Aku adalah petualang.

One thought on “pengalaman menegangkan di Kampus Dua STAIL Panceng

  1. iseng sih temennya mas…alhamdulillah ga kenapa2…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s