Blog Khusus Cak Rian

Menyampaikan kebenaran dan kedamaian

KAJIAN KITAB KUNING BA’DA SUBUH, Melestarikan Tradisi Ilmu di Kalangan Umat Islam

Tinggalkan komentar


Kajian kitab kuning yang dilaksanakan setiap ba’da subuh itu mendatangkan tenaga pengajar dari pengurus Dewan Pembina Pusat (DPP) Hidayatullah, ustadz Abdurrahman.

Pagi itu, sekelompok mahasiswa STAIL (Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al-Hakim) menuju mushalla Sakinah. Mahasiswa bersarung itu berjalan beriringan dengan kitab kuning dan alat tulis di tangan. Para mahsiswa itu kemudian duduk rapi membentuk halaqah untuk membaca wirid pagi. Sepuluh menit kemudian, sang ustadz mulai membaca kitab sesuai jadwal. Para mahasiswa yang duduk berbaris itupun mendengarkan sang ustadz dengan khusyu’nya.
Di Mushala kecil itu, para mahasiswa yang juga santri itu mengaji berbagai kitab kuning. Diantaranya Syarah Al-Aqidah Al-Wasitiyah karya Syaikhul islam Ibnu Taimiyah, Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq dan berbagai kitab kuning lainnya. 
Ustadz-ustadz pengajar kajian kitab kuning ba’da subuh berasal dari dalam pesantren Hidayatullah sendiri, seperti ustadz Marni, ustadz Kholiq dan ustadz Endang Abdurrahman. Ketua DPW Hidayatullah Jatim (Jawa Timur), ustadz Hasan Rafidi menjadi pengajar kajian kitab kuning tersebut. Bahkan, ustadz Abdurrahman, salah satu pengurus DPP Hidayatullagh bersedia menjadi pengajar kajian kitab kuning tersebut. 
Kajian kitab kuning yang dilaksanakan sepekan penuh itu juga dihadiri warga Hidayatullah yang tinggal di pesantren. Para warga Hidayatullah yang terdiri dari karyawan dan tenaga pewngajar di pesantren Hidayatullah membaur dengan para mahasiswa untuk satu tujuan, mencari ilmu. 
Sesuai dengan ucapan ustadz Kholiq, “Kaijan kitab kuning yang digagas ustadz Abdurrahman merupakan sebuah wadah unutj mencari ilmu sekaligus menjalin kebersamaan di antara warga pesantren Hidayatullah.”
Sedangkan menurut ustadz Endang, kajian kitab setiap ba’da subuh itu juga untuk membekali mahasiswa STAIL kemampuan membaca kitab kuning ketika ditugaskan ke cabang.
“Lulusan STAIL kemarin-kemarin dinilai masih kurang di mata masyarakat karena mereka belum membaca kitab kuning.”

Penulis: fitrianimaduddin

Aku adalah petualang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s