Blog Khusus Cak Rian

Menyampaikan kebenaran dan kedamaian

CIRI-CIRI KOMUIKASI ANTARPRIBADI

Tinggalkan komentar


Nama : Fitrian Imaduddin
Jurusan : Dakwah (KPI)

CIRI-CIRI KOMUIKASI ANTARPRIBADI
Manusia merupakan makhluk sosial, karena itu kehidupa manusia selalu ditandai dengan pergaulan antar manusia, misalnya pergaulan dalam lingkungan keluarga, lingkungan tetangga, sekolah, tempat bekerja, organisasi sosial dan lain-lain. Hakikat pergaulan itu ditunjukkan antara lain oleh derajat keintimn, frekuensi pertemuan, jenis relasi, mutu interaksi di antara mereka, terutama factor sejauh mana keterlibatan dan saling mempengaruhi.
Pergaulan manusia merupakan salah satu bentuk peristiwa komunikasi dalam masyarakat. Menurut Schramm (1974), di antara manusia yang saling bergaul, ada yang saling membagi informasi, namun ada pula yang membagi gagasan dan sikap. Demikan pula menurut Merrill dan Lown stein, bahwa dalam pergaulan antar manusia selalu terjadi proses penyesuaian pikiran, peciptaan symbol yang mengandung suatu pengertian bersama. Theodorson selanjutnya mengemukakan pula bahwa, komunikasi adalah proses pegalihan informas dari satu orang atau sekelompok orang dengan menggunakan simbol-simbol tertentu kepada satu orang tau satu kelompok lain. Proses pengalihan informasi tersebut selalu mengandung pengaruh tertentu.

1. Petunjuk Ciri Komunikasi Antarpribadi.
1.1. Komunikasi Antarpribadi, Spontan
Ciri pertama dari komunikasi antarpribadi adalah spontan. Pertemuan dari komunikasi antarpribadi seringkali tidak direncanakan sebelumnya. Antara dua orang hingga empat orang bisa saja tiba-tiba bertemu kemudian melakukan komunikasi.
1.2. Komunikasi Antarpribadi, Masalah Penetapan Hasil.
Pertemuan anda dengan Pak Dosen di ruang perpustakaan Institut, anda belajar bersama d rumah teman da bermain kelereng sesudah shalat ashar merupakan contoh-contoh komunikasi antarpribadi yang tujuannya tidak anda tetapkan terlebih dahulu. Ciri tersebut yag membedakan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi kelompok, karena tujuan komunikasi dalam kelompok sudah ditetapkan terlebih dahulu agar semua anggota kelompok mengetahui dan melaksanakan tugas dan fungsi yag harus mereka kerjakan.
1.3. Komunikasi Antarpribadi, Kebetulan dan Ientitas Peserta
Ciri ketiga dari Komunikasi Antarpribadi adalah adanya kebetulan dalam hal momentum dan identitas peserta. Peseta dari Komunikasi Antarpribadi seringkali bersifat kebetulan. Juga identitas dari para peserta Komunikasi Antarpribadi kurang lengkap. Informasi tentang para pesertanya hanya parsial (sebagian).
1.4. Komunikasi Antarpribadi, Bentuk Akibat
Ciri keempat Komunikasi Antarpribadi adalah Komunikasi Antarpribadi mempunyai akibat yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Komunikasi Antarpribadi serring mengakibatakan suatu hasil yang diencanakan maupun yang tidak direncanakan.
1.5. Komunikasi Antarpribadi, Berbalas-balasan
Ciri kelima Komunikasi Antarpribadi adalah Komunikasi Antarpribadi selalu berlangsung berbalas-balasan. Tatkala dua orang bercakap-cakap, apabila percakapan mereka semakin serius maka yang tampak adalah percakapan yang bersifat dialogis.
1.6. Komunikasi Antarpribadi, Masalah Jumlah Orang, Suasana dan Pengaruh.
Pada hakikatnya, setiap manusia suka berkomunikasi dengan manusia lain, karena itu tiap-tiap orang selalu berusaha agar mereka lebih dekat satu sama lain. Kedekatan antarpribadi mengakibatkan seseorang bisa dan mampu menyatakan pendapat-pendapatnya dengan bebas dan terbuka. Dan juga, hanya dalam suasana yang bebas dan terbuka tanpa hambatan osikologis maka para komunikator dan komunikan antarpribadi bisa menyatakan pikiran, perasaan dan tindakan dengan berbagai variasi.
1.7. Komunikasi Antarpribadi, Masalah Hasil.
Komunikasi Antarpribadi dikatakan sukses kalau komunikasi itu menghasilkan sesuatu yang diharapkan. Sebagaiman telah diuraikan bahwa Komunikasi Antarpribadi selalu melibatkan dua rang yang dengan sengaja atau tidak sengaja secara bebas bercakap-cakap. Ada satu cirri Komunikasi Antarpribadi adalah hasilnya harus nyata, nyata dalam mengubah wawasan, perasaanmaupun perilaku.
1.8. Komunikasi Antarpribadi, Pesan lambing-lambang Bermakna.
Pesan-pesan komunikasi tidak selalu menggunakan kata-kata verbal semata. Kadang-kadang anda menggunakan lambing-lambang pesan yang disebut pesan-pesan nonverbal.

2. Apa yang Anda Lakukan Ketika Berkomunikasi?
2.1 Menyampaikan Pesan
2.1.1 Arti Pesan
Pesan Merupakan sekumpulan lambang. Lambang-lambang itu bersifat verbal dan nonverbal. Namun mungkin sekali suasana kecemasan tidak bisa dilukiskan dengan satu atau dua pilihan kata sehingga anda harus tunjukkan dengan wajah yang pucat dan tangan dingin berkeringant. Itulah pesan nonverbal. Atas dasar tersebut, maka pesan yang yang dikirimkan harus dipersiapkan dengan baik agar dia bermakna.
2.2.2 Bagaimana Menyusun Pesan
Suatu pesan dalam Komunikasi Antarpribadi akan lengkap kalau susunan pengetahuan komunikator tentang pesan pun lengkap. Peardon (1987) mengemukakan, untukmenyusun pesan perlu diperhatikan tiga factor, yaitu : (1) tata bahasa, (2) mengetahui dan mengenal orang lain, (3) mengetahui situasi.
(1) Memperhatikan Tatabahasa
Setiap orang tidak diwajibkan untuk mempelajari aturan-aturan tata bahasa dengan seksama. Namun dalam batas-batas trtentu setiap orang harus mampu menjadikan banasa sebagai alat komunikasi. Tatabahasa merupakan aturan-aturan tang dipergumakan dalam menjadikan bahasa sebagai alat komunikasi. Atuaran-aturan tersebut mengatur setiap penutur agar dia berbahsa secara baik danbeanar sehingga komunokasi lebih efektif.
(2) Mengenal Pengetahuam Komunikan
Pengetahuan tentang tatabahasa saja tidak cukup. Tatabahasa bukan merupakan satu-satunya syarat agar anda berbahasa dengan baik dan benar. Misalnya, anda menjelaskan tantang teori gaya kepada masyarakat awam. Tentu saja masyarakat awam tersebut tidak mengerti akan apa yang anda bicarakan. Anda bisa menjelaskan tentang teori gaya tersebut kepada orang yang sama-sama telah belajar tntang hal tersebut, atau kepada para pelajar.
(3) Mengenal Situasi atau Konteks.
Setiap orang senantiasa memperhatikan situasi komunikasi, karena setiap pesan hanya dapat bermakna dalam satu situasi social tertentu. Dalam hal demikian, situsi tidak saja menunjukkan tempat tetapi lebih dari itu, yakni suasana.
2.2 Memberi Makna dan Memahami Informasi
Berbicara tentang pesan tak bisa dioisahkan dengan fungsi pesan sebagai stimulus yang bakal direspons oleh komunikan.
Pesan-pesan merupakan susunan yang melambangkan suatu objek, peristiwa atau kejadian atau konsep tertentu. Pada umumnya pesan disusun berdasarkan data atau informasi. Menurut Keraf (1982), yang dimaksudkan dengan data atau informasi adalah bahan atau keterangan.
Apapun namanya, keduanya merupakan pesan yang dalam Komuniikasi Antarpribadi berfungsi menjelaskan kebersamaan dalam makna. Davis (1974) mengemukakan bahwa seorang komunikator dapat menyusun dan mebgolahnya menjadi bentuk yang penting bagi komunikan, hasil pengelolaan itu bernilai sehingga dapat dirasakan dalam pengambilan keputusan.
2.3 Memaknakan Pesan Secara Denotatip dan konotatip
Salah satu rintangan terbesardalam pertukaran informasi adalah “salah tafsir komunikan”, komunikan memaksudkan suatu makna lain daripada yang dimaksudkan komunikator. Dalam Komuniikasi Antarpribadi , suatu pesan akan akan diberi makna oleh komunikan bukan semata-mat komunikan berhasil menengkap pesan dengan kata-kata verbal dan gerkan nonverbal. Karena kata-kata verbal tetaplah kata-kata yang diucapkan dan dituliskan, demikian pula ungklapan nonverbal tetaplah merup[akan gerakan anggota tubuh. Satu hal yang tidak terungkap di atas tulisan dan dari gerakan tangan adlah symbol yang mewakiliu pesan tersebut.
Pemaknaan pesan secara denotatip dan konotatip itu merupakn hambatan dalam proses Komuniikasi Antarpribadi. Anda coba membayangkan bagaimana kalau dunia ini hanya dapat dimengerti dengan pengertian denotatip. Apkah semua orang diharuskan memahami setiap arti kata sesuai dengan kamusw? Hanya dengan pengalaman dalam Komuniikasi Antarpribadi yang terus menerus dengan orang tertentu maka setiap orang akan terbiasa dan mampu memahami pesan secara konotatip.

Penulis: fitrianimaduddin

Aku adalah petualang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s