Blog Khusus Cak Rian

Menyampaikan kebenaran dan kedamaian

REMAJA MUSLIM

Tinggalkan komentar


MASA REMAJA

Oleh : Ree*

Darah muda, darahnya para remaja, Yang selalu merasa gagah, Tak pernah mau mengalah, Masa muda masa yang berapi-api, Yang maunya menang sendiri, Walau salah tak perduli.”

Ada yang ingat lagu tersebut? Ya, itu adalah lagu Bang Haji Rhoma Irama untuk menggambarkan masa remaja. Tapi, apakah masa remaja itu persis seperti apa yang digambarkan Bang Haji tersebut? Sebelum mengetahui lebih dalam tentang masa remaja tersebut.  Berikut adalah pengetian masa remaja menurut para pakar:

Pengertian Masa Remaja

‘Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa.

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.

Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Harold Alberty (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Conger berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa yang amat kritis yang mungkin dapat merupakan the best of time and the worst of time.

Dari bahasa inggris “teenager” yakni manusia usia 13-19 tahun.Dimana usia tersebut merupakan perkembangan untuk menjadi dewasa untuk itu peran orang tua disini betul betul berperan, karena kalau tidak diarahkan sesuai dengan kaidah agama dan nilai etika yang baik pasti cenderung terjerumus ke hal-hal yang negatif.

Oleh karena itu mari para orang tua untuk bisa mendidik dan mengarahkan para anak remaja supaya kehidupan yang akan datang lebih terarah dan punya tujuan untuk menjadi manusia seutuhnya dan kelak bisa untuk contoh yang baik pada keturunanya.

Perkembangan  Emosi

Keadaan emosi pada masa remaja masih labil karena erat dengan keadaan hormon. Suatu saat remaja dapat sedih sekali, di lain waktu dapat marah sekali. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri sendiri daripada pikiran yang realistis. Kestabilan emosi remaja dikarenakan tuntutan orang tua dan masyarakat yang akhirnya mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan situasi dirinnya yang baru. Hal tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Hurlock (1990), yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosial remaja. Bertambahnya ketegangan emosional yang disebabkan remaja harus membuat penyesuaian terhadap harapan masyarakat yang berlainan dengan dirinya.

Menurut Mappiare (dalam Hurlock, 1990) remaja mulai bersikap kritis dan tidak mau begitu saja menerima pendapat dan perintah orang lain, remaja menanyakan alasan mengapa sesuatu perintah dianjurkan atau dilarag, remaja tidak mudah diyakinkan tanpa jalan pemikiran yang logis. Dengan perkembangan psikologis pada remaja, terjadi kekuatan mental, peningkatan kemampuan daya fikir, kemampuan mengingat dan memahami, serta terjadi peningkatan keberanian dalam mengemukakan pendapat.

Problema berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan keagamaan.

Masa remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial), yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan kelompok sebayanya (peer group). Penolakan dari peer group dapat menimbulkan frustrasi dan menjadikan dia sebagai isolated dan merasa rendah diri. Namun sebaliknya apabila remaja dapat diterima oleh rekan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya ia akan merasa bangga dan memiliki kehormatan dalam dirinya. Problema perilaku sosial remaja tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya, namun juga dapat terjadi dengan orang tua dan dewasa lainnya, termasuk dengan guru di sekolah. Hal ini disebabkan pada masa remaja, khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang ambivalen, di satu sisi adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan dan dapat menentukan pilihannya sendiri, namun di sisi lain dia masih membutuhkan orang tua, terutama secara ekonomis. Sejalan dengan pertumbuhan organ reproduksi, hubungan sosial yang dikembangkan pada masa remaja ditandai pula dengan adanya keinginan untuk menjalin hubungan khusus dengan lain jenis dan jika tidak terbimbing dapat menjurus tindakan penyimpangan perilaku sosial dan perilaku seksual. Pada masa remaja juga ditandai dengan adanya keinginan untuk mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada, jika tidak terbimbing, mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam dirinya maupun dengan lingkungannya.

Remaja Muslim

Kita juga harus menyadari bahwa menjadi remaja muslim itu berbeda dengan remaja pada umumnya. Jika remaja di luar sana merokok, mencoba minum-minuman keras, bergaul dengan bebas dan perilaku negatif lainnya.

Hendaknya kita melakukan hal-hal yang positif, yang sesuai dengan nilai-nilai islam. Kita harus melaksanakan sholat lima waktu (ditambah sholat sunnah), menjalankan silaturrahmi, berkata jujur, memegang amanah yang dibebankan kepada kita, berbuat yang bermanfaat (baik bagi dirinya maupun kepada orang lain) dan menghindari maksiat serta patuh kepada orang tua dan guru. Juga fokus pada cita-cita kita. Yang ingin menjadi  Muballigh, teruskan. Yang ingin jadi guru, pengusaha, dokter atau profesi apa saja, raihlah cita-cita tersebut.

Yang  Harus Dilakukan

  1. Meningkatkan Potensi  Individu

Meskipun beberapa remaja bergabung, berkumpul dalam suatu kelompok. Tetapi, itu tidak menjamin bahwa mereka akan unggul menghadapi kelompok lain yang lebih kecil jumlahnya.

Perumpamaan yang bisa  menggambarkan penjelasan di atas.

Jika beberapa pemuda yang tanpa persiapan dan kemnampuan yang mumpuni  melawan petinju si leher beton, Mike Tyson. Niscaya Lima orang itu dihajar dan takluk oleh bogeman Mike Tyson yang sangat keras dan berpotensi menjatuhkan mereka.

Hendaknya kita mengoptimalkan apa yang ada pada diri kita. Baik itu, raga, harta maupun jiwa kita.

2. Berjama’ah

Masa remaja adalah masa saat seorang individu mengembangkan  serta mengaktualisasikan segala potensinya untuk meraih cita-citanya.

Ada sebuah perumpamaan yang bias mewakili hidup bejama’ah.

Singa yang berkelompok (berjama’ah) d tengah hutan dalam memburu seekor banteng liar lebih berhasil jika seekor singa itu berburu sendirian.

Tetapi, tetap jaga kelompok kita yang telah terbentuk dan jangan sampai bercerai-berai.

Sahabat Ali  berkata : “kebenaran yang tidak terorganisir, bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi.”

Itu semua perlu kita lakukan agar kita berhasil, baik di dunia maupun di akhirat kelak, baik di masa kini maupun untuk masa mendatang.

* Ree adalah nama pena seorang mahasiswa STAIL (Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al-Hakim) Hidayatullah angkatan 2007. Kini masih menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi tersebut

Penulis: fitrianimaduddin

Aku adalah petualang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s