Blog Khusus Cak Rian

Menyampaikan kebenaran dan kedamaian

LDK STAIL, LDK-NYA PARA SANTRI

Tinggalkan komentar


Siapa sekarang yang tidak tahu LDK STAIL? Bagi para aktivis dakwah se-Kota Surabaya, nama LDK STAIL sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Mulai dari program-programnya yang bagus dan nyata hingga para pengurusnya yang soleh dan solehah.

Mungkin pernyataan di atas agak berlebihan. Namun  jika kita melihat realitas yang ada, rasa-rasanya pernyataan itu tidaklah berlebihan. Pada periode 2010, LDK STAIL mendapat kehormatan dengan memegang amanah departemen PKSIM (Pusat Kajian Syariat Islam Mahasiswa) dari PUSKOMDA (Pusat Komando daerah) Surabaya Raya (selanjutnya dibaca Surya, pen). Tahun 2011 ini, LDK STAIL mendapat amanah yang lebih besar lagi. LDK STAIL sekarang memegang dua departemen dari PUSKOMDA Surya, yaitu dep. PKSIM dan dep. JAMAAT (Jaringan Anti Pemurtadan).

Dengan amanah yang sedemikian besar itu dari PUSKOMDA Surya tersebut, tetapi tidak mengganggu program-program internalnya, baik dari dep. Dakwah, dep. Tarbiyah, dep. Infokom hingga dep. Humas. Bahkan para pengurus dan LDK STAIL semakin bersemangat melaksanakan amanah  yang mulia tersebut. Karena mereka yakin, tugas dakwah islam ialah tugas yang mulia yang musti diemban seorang muslim yang sadar akan pentingnya amanah tersebut.

Satu Rahasia

Satu rahasia yang perlu diketahui oleh khalayak umum tentang LDK STAIL. Satu rahasia itulah yang membuat LDK STAIL mencapai kesuksesan dan mendapat amanah yang membanggakan, meskipun LDK STAIL relatif lebih muda usianya dibandingkan dengan LDK-LDK kampus lainnya yang tersebar di kawasan se-Surabaya Raya ini. Satu rahasia yang membedakan LDK STAIL dengan LDK_LDK yang lain. Satu rahasia itu ialah para pengurus dan anggotanya ialah para mahasiswa dan santri di kompleks Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Para pengurus dan anggota LDK STAIL ialah mahasiswa yang menempuh pendidikan formal di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIL) Surabaya. Para mahasiswa ini belajar dalam dua jurusan, jurusan Dakwah dengan konsentrasi Komunikasi dan Penyiaran Islam dan jurusan tarbiyah dengan konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam selama delapan semester atau empat tahun masa aktif kuliah.

Para pengurus dan anggota LDK STAIL yang putra, di samping mereka menempuh pendidikan formal di STAIL, mereka juga belajar ilmu agama di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Pagi hingga sore harinya mereka kulaih di kampus dan pada sore hingga pagi harinya mereka menimba ilmu agama di pesantren. Setelah subuh mereka belajar enam kitab kuning dengan tiap kitab yang berbeda-beda setiap harinya. Pada hari senin mereka belajar kitab Aqidah Tauhid, hari selasa belajar kitab tafsir As-Sa’dy, hari rabu mereka belajar kitab sirah Nabi Arrahiqul Makhtum, hari kamis mereka belajar kitab hadis Riyadhus Shalihin, hari jum’at mereka belajar kitab Fiqh Sunnah dan hari sabtu mereka belajar kitab Tazkiyatun Nufus. Lalu pada siang  harinya mereka hafalan Al-Qur’an. Dan pada malam harinya mereka belajar lagi untuk pendalaman kitab yang enam di atas.

Begitulah hari-hari yang dijalani para pengurus dan anggota LDK STAIL. Kalau dibayangkan, hal ini tentu berat, baik dari sisi aktivitasnya ataupun dari sisi waktunya. Tetapi, hal ini tidaklah terlalu sulit dilakukan karena kampus dan pesantren berada dalam satu kompleks yang terintegrasi dengan masjid Aqshal Madinah. Juga kurikulum di STAIL juga terintegrasi dengan Pondok Pesantren Hidayatullah.

Meskipun para pengurus dan anggota LDK STAIL yang putri pada pagi harinya punya kesibukan kerja dan harus tinggal di tempat kost-kost-an, tetapi tetap ada kajian-kajian keislaman yang harus mereka ikuti.

Kajian-kajian keislaman itu berada dalam wadah organisasi An-Nisa’. Setiap minggunya ada kajian-kajian keislaman yang berbeda. Pada minggu pertama materi Sistematika Nuzulnya Wahyu  yang diisi oleh ustadzah Somi, pada minggu kedua materi tentang organisasi yang diisi oleh ustadzah Mu’arofah, pada minggu ketiga diisi dengan koordinasi dan hafalan Al-Qur’an oleh anak-anak An-Nisa’sendiri dan pada minggu keempat materi tentang tahsinul qur’an yang diisi oleh ustadzah Arfi. Juga pada hari kamis setelah sholat maghrib ada kajian keislaman yang diisi oleh Ustadzah Ina Choeroyati.

Inilah sekilas gambaran para pengurus dan anggota LDK STAIL. Dengan sumber daya manusia yang begitu mendukung untuk dakwah islam, diharapkan para pengurus dan anggota dapat mewarnai derap langkah dakwah islam dengan program-programnya dan kerja keras serta keistiqomahan mereka. Meskipun, halangan dan rintangan menghadang di depan mereka.

Menjadi mahasiswa sekaligus santri bagi para pengurus dan anggota LDK STAIL  bukanlah suatu beban bagi mereka. Justru dengan status sebagai mahasiswa dan juga santri itulah yang menjadi daya tarik dan keunggulan tersendiri bagi mereka.

*oleh      : Rian, anggota dewan syuro LDK STAIL, mantan ketua dep. Infokom LDK STAIL.

Penulis: fitrianimaduddin

Aku adalah petualang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s